Setelah lebih dari satu dekade menjadi sosok penting di balik lahirnya berbagai karya musik Indonesia, produser dan penulis lagu Lafa Pratomo akhirnya memperkenalkan proyek kolaboratif pertamanya sebagai wajah utama. Melalui EP bertajuk Garis Tegak, Lafa merayakan 12 tahun perjalanan kariernya dengan menghadirkan enam lagu yang melibatkan 12 musisi lintas generasi dan genre.
Selama ini, nama Lafa Pratomo lebih dikenal sebagai kreator di balik kesuksesan banyak musisi. Kini, melalui Garis Tegak, ia menghadirkan sebuah karya yang bukan sekadar menampilkan identitas musikalnya, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan hidup, proses berkarya, dan semangat bertahan di tengah berbagai perubahan yang terus terjadi dalam kehidupan maupun industri musik.
Diproduksi bersama KithLabo, EP ini mempertemukan sederet musisi ternama dalam enam kolaborasi, yakni Feby Putri × Matter Mos, Nadhif Basalamah × Hursa, Bilal Indrajaya × The Jansen, Ari Lesmana × White Chorus, Isyana Sarasvati × Jason Ranti, serta Hindia × Banda Neira. Seluruh proses kreatif dipimpin langsung oleh Lafa sebagai produser sekaligus kolaborator dalam penulisan setiap lagu. Single pembuka berjudul “Seperti Angka 8” dijadwalkan rilis di seluruh platform musik digital pada 4 Agustus 2026.
Berbeda dengan konsep album solo pada umumnya, Garis Tegak lahir dari proses workshop yang menempatkan seluruh musisi dalam posisi setara. Tidak ada materi lagu yang telah disiapkan sebelumnya. Setiap komposisi tercipta dari eksplorasi ide, pengalaman, dan emosi yang berkembang secara organik selama proses kreatif di Syaip Studio, ruang kolaborasi yang didirikan Lafa Pratomo.
Dalam press conference tangal 30/7/2026 lafa menyatakan bahwa, “Tema besar yang diusung dalam EP ini adalah resiliensi. Melalui judul Garis Tegak, Lafa menggambarkan keteguhan manusia dalam menghadapi ketidakpastian hidup. Gagasan tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh lagu, dengan interpretasi berbeda dari masing-masing kolaborator sehingga menghasilkan karya yang kaya akan perspektif dan emosi”.
Kehadiran KithLabo sebagai mitra utama memperkuat misi proyek ini untuk menciptakan ruang kolaborasi yang bebas, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan musisi. Dukungan tersebut juga sejalan dengan visi Believe dalam membangun ekosistem musik yang terbuka, adil, dan berkelanjutan bagi para pelaku industri musik Indonesia.
Selain menggandeng KithLabo, proyek Garis Tegak juga melibatkan Gema Semesta sebagai creative partner serta Yogi Koesoema yang dipercaya mengarahkan seluruh identitas visual dan video musik setiap single. Video musik “Seperti Angka 8” dijadwalkan tayang di YouTube pada 11 Agustus 2026, sepekan setelah perilisan lagunya di platform digital.
Melalui Garis Tegak, Lafa Pratomo tidak hanya merayakan pencapaian 12 tahun berkarya, tetapi juga menghadirkan sebuah arsip musikal yang menunjukkan bahwa kolaborasi, keberanian bereksplorasi, dan semangat untuk terus bertahan merupakan fondasi penting dalam perkembangan industri musik Indonesia. EP ini menjadi bukti bahwa karya terbaik dapat lahir ketika para musisi dipertemukan dalam ruang yang terbuka untuk saling berbagi ide, pengalaman, dan kreativitas.
